
Rohil,Riau21Net,—— Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, BBA, MBA, menyampaikan rasa syukur atas tercapainya kesepakatan bersama antara PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan masyarakat Kecamatan Kubu Babussalam dan Kecamatan Kubu terkait pembangunan dan perbaikan jalan lintas Kubu–Kuba. Rabu 7 /01- 2026.
Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat yang digelar pada Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 17.30 WIB di Mapolres Rokan Hilir, yang dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, serta pihak perusahaan.
“Alhamdulillah, hari ini Rabu 7 Januari 2026, secara resmi PHR dan masyarakat telah berdamai dan mencapai kesepakatan. Pihak PHR berkomitmen untuk memperbaiki dan membangun jalan lintas Kubu dan Kuba,” ujar Wabup Jhony Charles kepada awak media.
Dalam kesepakatan tersebut, PT PHR berkomitmen membangun jalan lintas Kecamatan Kubu Babussalam dan Kecamatan Kubu dengan konstruksi aspal hotmix sepanjang 15 kilometer melalui skema tahun jamak. Rinciannya, pada tahun 2026 akan dibangun 7 kilometer, dilanjutkan 4 kilometer pada tahun 2027, dan 4 kilometer pada tahun 2028.
Wabup Jhony Charles menjelaskan, untuk tahap awal tahun 2026, pembangunan jalan sepanjang 7 kilometer akan difokuskan pada ruas jalan antara rigid ke rigid KM 41 hingga setelah ujung jalan rigid, dengan prioritas pada jalan yang rusak parah dan kritis.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir juga memiliki ruang dan fleksibilitas untuk ikut berkontribusi melalui alokasi anggaran DBH atau PI 10%, apabila disalurkan oleh pemerintah pusat sesuai peraturan perundang-undangan, sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 140 tentang Pengelolaan BMN Hulu Migas.
“Ini bentuk kehadiran dan keberpihakan pemerintah daerah. Jika memungkinkan secara regulasi, Pemkab Rohil siap ikut membantu agar panjang jalan yang diaspal bisa bertambah dan manfaatnya lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik, kesepakatan juga mencakup pembentukan Forum Pengguna Jalan Lintas Kubu, yang akan melibatkan unsur Pemerintah Daerah, DPRD Rohil, PT PHR, PT Jatim, asosiasi pengusaha sawit, serta perwakilan masyarakat. Forum ini bertugas melakukan pengawasan dan pemeliharaan jalan secara adil dan berkelanjutan.
Menurut Wabup, pembentukan forum ini penting agar tanggung jawab pemeliharaan jalan tidak dibebankan hanya kepada satu pihak, melainkan dibagi secara proporsional kepada seluruh pengguna jalan.
“Semangatnya adalah keadilan dan kebersamaan. Jalan ini dipakai bersama, maka tanggung jawabnya juga harus bersama,” kata Jhony Charles.
Ia berharap kesepakatan ini menjadi titik awal hubungan yang lebih baik dan harmonis antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, serta mampu mendorong peningkatan infrastruktur dan perekonomian di wilayah Kubu dan Kubu Babussalam.
“Yang paling penting, masyarakat diuntungkan, roda ekonomi berjalan, dan tidak ada lagi konflik ke depan,” ucapnya
Sementara anggota DPRD Darwis syam Menyampaikan, “Dalam rangka menyikapi dinamika masyarakat kubu dan Kuba,beliau meminta kepada Pihak PHR,untuk sanggup mempasilitasi permintaan Masyarakat.
” Sudah bertahun-tahun permasalahan ini tidak terselesaikan,jadi kami berharap kepada Pihak PHR untuk merealisasikan jalan ini dari tahun 70an PHR ini sudah ada.”
” Tolong sampaikan kepada pak Rudi selaku pimpinan untuk mengambil keputusan tersebut,alhamdulillah hari ini tuntutan masyarakat sudah di kabulkan,yang jadi pertanyaan kami adalah kapan pengerjaan ini akan dimulai”ungkapnya
Selain itu saat dikonfirmasi kepada awak media Pihak dari Rudi selaku pimpinan Pertamina Hulu Rokan (PHR), Menjawab dari pertanyaan pak Darwis Syam selaku anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir,kami akan memulai pembangunan ini di pertengahan tahun 2026 ini,namun dengan begitu saya berharap sebelum pertengahan sudah berjalan,”pungkasnya











